Aksi Nyata Modul 3.3 Pengelolaan Program Berdampak pada Siswa
PROGRAM KEGIATAN
SAHA SAYA
(Satu Hari Satu Ayat)
Oleh
Yudhistira WR, S.Pd
CGP Angkatan 3 Kabupaten Subang
1.
Peristiwa
(Fact)
Latar
belakang
Menumbuhkan karakter yang positif pada murid
merupakan tantangan yang nyata bagi seorang pendidik. Di zaman yang semakin
berkembang ini, semakin beragam pula tingkah laku serta masalah sosial yang
terjadi dimasyarakat. Kemajuan teknologi yang tidak didukung dengan kontrol
yang tepat, membawa murid pada
kebiasaan-kebiasaan yang sedikit banyaknya telah memberikan pengaruh negatif bagi mereka. Untuk mengatasi hal tersebut
perlu dilakukan kegiatan-kegiatan
pembiasaan yang dapat menumbuhkan
karakter yang positif pada murid, salah satunya yaitu kegiatan menghapal
alquran satu hari satu ayat (saha saya) disertai dengan pemahaman dari setiap
ayatnya.
Alasan melakukan aksi nyata program saha saya
kegiatan saha saya dilaksanakan bertepatan dengan datangnya bulan suci ramadhan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan pembelajaran keagamaan yang dapat membentuk nilai-nilai kepribadian siswa sesuai dengan profil pelajar pancasila seperti nilai-nilai mandiri, bernalar kritis, beriman, bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan berakhlak mulya. Nilai-nilai tersebut sangat penting dimiliki murid karena akan bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat.
Program saha saya merupakan program kegiatan yang berdampak pada murid, hal tersebut dapat bermanfaat untuk membantu meningkatkan hal-hal sebagai berikut:
1. Disiplin pada siswa
2. Daya fokus dan konsentrasi
3. Mengoptimalkan kinerja otak
4. Kemampuan memahami makna yang terkandung dalam
tiap ayat
5. Kemampuan analisis dan berpikir seseorang
Strategi Pelaksanaan
Adapun
strategi pelaksanaan kegiatan saha saya yaitu:
- Guru pembimbing melafalkan ayat sebanyak satu hari satu ayat, kemudian di ikuti oleh siswa sebanyak tiga kali pelafalan hingga siswa hafal.
- Setelah melafalkan ayat, guru pembimbing memberikan tausiah tentang pemahaman dari setiap ayatnya.
- Siswa menyimak dan mencatat hal-hal yang penting
- Catatan siswa dikumpulkan oleh anggota osis dan merupakan bukti kehadiran.
Program menghafal satu hari satu ayat tersebut dimulai dari surah-surah pendek, namun untuk ayat yang pendek maka bisa satu hari lebih dari satu ayat, dan untuk ayat yang cukup panjang dihafalkan dalam waktu dua hari hingga benar-benar hafal.
Perencanaan
aksi nyata
Sebelum kegiatan aksi nyata program saha saya dilakukan, terlebih
dahulu saya mendiskusikan program tersebut dengan kepala sekolah, para wakasek
kurikulum dan rekan guru, terutama guru
agama yang secara langsung akan dilibatkan sebagai pelaksana.
Selain itu saya juga melibatkan osis sebagai perwakilan siswa
untuk berdiskusi karena penting juga mempertimbangkan suara murid, pilihan murid dan kepemilikan
murid. Karena bagaimanapun juga mereka merupakan student agency yang dapat diartikan sebagai kapasitas seseorang untuk
mempengaruhi fungsi dirinya dan arah jalannya peristiwa melalui tindakan
yang dibuatnya. Mereka juga dapat mendemonstrasikan “student agency”
tersebut ketika mereka mampu mengarahkan proses kegiatan mereka sendiri, membuat pilihan-pilihan,
menyuarakan opini, mengajukan pertanyaan dan mengungkapkan rasa ingin tahu,
berpartisipasi dan berkontribusi pada proses kegiatan, mengkomunikasikan
pemahaman mereka kepada orang lain, dan melakukan tindakan nyata sebagai hasil
proses belajarnya. Dalam kegiatan saha saya ini mereka berhak memberikan
pendapat tentang surat apa yang pertama akan digunakan dalam kegiatan, konsep
acaranya seperti apa, bagaimana proses pelaksanannya, hingga bagaimana
mengevaluasi hasil akhirnya.
2. Perasaan
(Feeling)
Perasaan saya dalam menerapkan program kegiatan saha saya di
SMPN 2 Pabuaran sangat semangat, merasa senang dan tentunya merasa bangga
karena program kegiatan ini disambut baik oleh warga sekolah. Program ini juga
langsung berdampak pada murid, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya hasil tagihan
evaluasi yang dikumpulkan dalam bentuk video hapalan yang diterima oleh tim
saha saya, mereka dengan percaya diri dapat melafalkan setiap ayat yang
ditargetkan.
Selain itu aspek kepemimpinan murid mulai dari aspek suara,
aspek pilihan dan aspek kepemilikan pun dapat terealisasikan dengan baik
sehingga menjadikan murid sebagai
pemimpin bagi proses pembelajarannya sendiri, dan mereka pun mampu
mengembangkan kapasitasnya dalam mengelola pembelajaran mereka sendiri,
sehingga potensi kepemimpinannya dapat berkembang dengan baik.
3.
Pembelajaran (Findings)
Pembelajaran yang saya dapatkan dari kegiatan saha saya ini
adalah, saya harus lebih memahami peran saya sebagai pendidik yaitu:
1.
Mendampingi
murid agar pengembangan potensi kepemimpinan mereka tetap sesuai dengan kodrat,
konteks dan kebutuhannya;
2.
Mengurangi
kontrol kita terhadap mereka.
Saya pun harus terus berusaha untuk membuat perencanaan
kegiatan yang berkesinambungan dalam proses pembelajaran yang memiliki tujuan
untuk menumbuhkan karakter yang posistif pada murid, dengan tetap melibatkan
siswa dengan aspek suara, aspek pilihan dan aspek kepemilikannya, sehingga potensi kepemimpinannya dapat
berkembang dengan baik.
Namun demikian program ini tentu belum
berjalan sepenuhnya sesuai harapan, kondisi ini saya gambarkan melalui format
manajemen resiko seperti berikut ini
Manajemen
resiko kegiatan saha saya
|
No |
Kemungkinan
resiko yang terjadi |
Ukuran
rasio (kecil,
sedang, tinggi) |
Strategi
pengendalian |
|
1 |
Tidak tepat waktu |
kecil |
Bekerja sama dengan walikelas untuk mengingatkan
siswanya dalam bentuk pengumuman yang dishare ke setiap grup WA kelas |
|
2 |
Cuaca tidak mendukung |
kecil |
Antisipasi tempat |
|
3 |
Kendala teknis (mati lampu) |
kecil |
Mempersiapkan pengeras suara cadangan |
|
4 |
Antusias siswa |
kecil |
Kerja sama antara tim dan osis dalam mengondisikan siswa |
4. Harapan (Future)
Harapan untuk kedepannya adalah, program saha saya ini
menjadi program unggulan yang berdampak
pada murid dan dapat menjadi budaya positif
disekolah, kemudian dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan pada tuhan
yang maha esa.
Melalui program saha saya juga murid dapat memposisikan
dirinya sebagai student agency yang mampu membuat
pilihan-pilihan, menyuarakan opini, mengajukan pertanyaan dan mengungkapkan
rasa ingin tahu, berpartisipasi dan berkontribusi, mengkomunikasikan pemahaman
mereka kepada orang lain, dan melakukan tindakan nyata sehingga potensi kepemimpinannya dapat berkembang dengan
baik.
Selanjutnya dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap
keberlanjutan program untuk lebih meningkatkan kualitasnya.
Evaluasi
Untuk pelaksanaan tes evaluasi kegiatan saha saya, siswa diberikan pilihan dalam pengumpuan tugas, yang pertama membuat rekaman video, yang kedua di tes secara langsung oleh guru pembimbing. Tes evaluasi kegiatan pun dibagi menjadi 3 level, yaitu:
1.
Level 1
(hapalan surat al-alaq ayat 1-6)
2.
Level 2
(hapalan surat al-alaq ayat 7-12)
3.
Level 3
(hapalan surat al-alaq ayat 13-19)
Hal tersebut dilakukan karena keterbatasan
waktu kegiatan. Kegiatan dilaksanakan hanya 2 minggu di bulan ramadhan, dan itu
pun dibagi menjadi dua shif.
Sejauh ini tes rekaman video
yang sudah masuk untuk level 1 sudah 50%,
mudah-mudahan kedepannya semakin
bertambah.
Dalam pelaksanaanya, mengelola program yang
berdampak pada murid bukanlah hal yang mudah, diperlukan komunikasi positif
diantara warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, bahkan murid, semuanya tidak berdiri sendiri
melainkan satu sama lain saling terintegrasi dan saling mempengaruhi.
Demikian aksi
nyata modul 3.3 tentang pengelolaan
program yang berdampak pada murid
yang sudah saya
lakukan, semoga dapat bermanfaat, terima kasih atas perhatiannya, mohon maaf
apabila masih banyak kekurangan, wassalamualaikum wr wb
Link video refleksi: https://youtu.be/3eooHg0RzHM

.jpeg)
.jpeg)






Komentar
Posting Komentar